Jumat, 20 Januari 2017

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
        Masalah pendidikan adalah merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan, bahkan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Baik kehidupan secara individual, di dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan bangsa dan negara. Maju atau mundurnya suatu bangsa sebagian besar ditentukan apakah maju atau mundur pendidikan di negara tersebut.
       Selain itu pendidikan merupakan unsur terpenting bagi manusia untuk meningkatkan kadar keimanannya terhadap Allah SWT, karena orang semakin banyak mengerti tentang dasar-dasar Ilmu pendidikan Islam maka kemungkinan besar mereka akan lebih tahu dan lebih mengerti akan terciptanya seorang hamba yang beriman.  Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Pendidikan Islam adalah usaha merubah tingkah laku individu di dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses pendidikan.
       Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan, tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana peserta didik akan dibawa. Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya.

B.       Rumusan Masalah
1.         Apakah yang menjadi dasar dalam pendidikan Islam ?
2.         Apakah yang menjadi tujuan dalam proses pendidikan Islam ?







BAB II
PEMBAHASAN

A.      Dasar Pendidikan Islam
       Yang dimaksud dengan dasar pendidikan adalah pandangan hidup yang mendasari seluruh aktifitas pendidikan. Karena dasar menyangkut masalah ideal dan fundamental, maka diperlukan landasan dan pandangan hidup yang kokoh dan tidak berubah. Kalau nilai-nilai sebagai pandangan hidup yang dijadikakan dasar pendidikan itu bersifat relatif dan temporal, maka pendidikan akan mudah terombang ambing.
4_59.png
 
       Adapun dasar pendidikan Islam dapat diketahui dari firman Allah SWT :





Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar mengimani Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya. (Q.S. An-Nisa : 59).[1])
       Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa seluruh urusan umat Islam wajib berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunah. Dengan demikian dasar dari pendidikan Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. Walaupun demikian, kedua sumber utama tersebut hanya mengandung prinsip-prinsip pokok saja, sehingga pendidikan Islam tatap terbuka terhadap unsur ijtihad dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunah sebagai nilai utama.
       Ahmad D. Marimba mengemukakan sumber dasar Islam adalah firman Allah SWT dan sunah Rosulullah SAW.[2]) Sedangkan Zakiah Daradjat mengungkapkan landasan pendidikan Islam itu terdiri dari Al-Qur’an dan Sunah Nabi yang dapat dikembangkan dengan ijtihad.[3]) Ijtihad digunakan karena semakin banyaknya permasalahan yang berkembang sekarang ini dalam bidang pendidikan, serta diperlukannya pemikiran-pemikiran baru yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
       Dari uraian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa dasar pendidikan Islam ada dua, yaitu :
1.         Dasar Pokok
Dasar pokok dari pendidikan Islam adalah Al Qur’an dan Sunnah. Kedua sumber pendidikan Islam tersebut dapat ditemukan di dalamnya kata-kata atau istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan pendidikan.
a.         Al-Qur’an
Al Qur’an mempunyai kedudukan sebagai sumber pokok ajaran Islam dapat dipahami dari ayat berikut:


38_29.png
 
 




Artinya : Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah, supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran yang cerah mendapat pelajaran. (Q.S. Shaad:29)
b.        As-Sunnah
Posisi Hadits sebagai sumber kedua setalah Al-qur’an disebabkan hakikatnya tak lain adalah penjelasan dan praktek dari ajaran Al-Qur’an itu sendiri, disamping memang sunnah merupakan sumber utama pendidikan Islam karena Allah SWT menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umatnya.
Artinya : ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR Bukhari).
2.         Dasar Tambahan
Selain Al Qur’an dan Sunnah, ada beberapa dasar yang bisa dijadikan sebagai dasar tambahan dalam pendidikan Islam, diantaranya:
a.         Ijtihad
Ijtihada di bidang pendidikan ternyata semakin perlu, sebab ajaran islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Sunnah, hanya berupa prinsip-prinsip pokok. Sedangkan sejak turunnya ajaran Islam kepada Nabi Muhammad SAW sampai sekarang Islam telah tumbuh dan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Maka diperlukan usaha-usaha untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang.
b.        Maslahah Mursalah
Maslahah Mursalah yaitu : “menetapkan peraturan atau ketetapan undang-undang yang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah atas pertimbangan penarikan kebaikan dan menghindarkan kerusakan”.
c.         Urf (Nilai-Nilai dan Adat Istiadat Masyarakat)
al- ‘Urf  adalah kebiasaan masyarakat, baik berupa perkataan, perbuatan maupun kesepakatan yang dilakukan secara terus menerus dan selanjutnya membentuk semacam hukum tersendiri.

B.       Tujuan Pendidikan Islam
       Dalam pandangan Islam tujuan menempati posisi sangat penting, artinya setiap urusan harus beorientasi pada tujuan.
1.         Prinsip Tujuan Pendidikan Islam.
Bagian yang sangat penting dalam mencapai tujuan adalah mengetahui prinsip-prinsip tujuan pendidikan Islam. Prinsip-prinsip tersebut antara lain :
a.         Prinsip universal (syumuliyah). Prinsip ini memandang keseluruhan aspek agama (akidah, ibadah, akhlak, serta muamalah), manusia (jasmani, rohani, nafsani);
b.        Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan. Prinsip ini adalah keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pada pribadi, berbagai kebutuhan individu dan komunitas;
c.         Prinsip kejelasan. Prinsip yang didalamnya terdapat ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusia;
d.        Prinsip realistik dan dapat dilaksanakan;
e.         Prinsip perubahan yang diinginkan. Prinsip perubahan struktur diri manusia yang meliputi jasmaniyah, ruhaniyah, serta perubahan kondisi psikologis, sosiologis, pengetahuan, konsep, pikiran, kemahiran, nilai-nilai, sikap peserta didik untuk mencapai dinamisasi kesempurnaan pendidikan;
f.         Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi.

2.         Fungsi Tujuan Pendidikan Islam
Ahmad D. Marimba, menyebutkan ada empat fungsi tujuan pendidikan:
a.         Tujuan berfungsi mengakhiri usaha.
Suatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah mempunyai arti apa-apa. Suatu usaha baru berakhir kalau tujuan akhir telah tercapai.
b.        Tujuan berfungsi mengarahkan usaha.
Tanpa adanya antisipasi (pandangan ke depan) kepada tujuan, penyelewengan akan banyak terjadi dan kegiatan yang dilakukan tidak akan berjalan secara efisien.
c.         Tujuan berfungsi sebagai titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain.
d.        Tujuan memberi nilai (sifat) pada usaha itu. Ada usaha-usaha yang tujuannya lebih luhur, lebih mulia, lebih luas dari usaha-usaha yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam rumusan setiap tujuan selalu disertai dengan nilai-nilai yang hendak diusahakan perwujudannya.

3.         Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam merupakan kristalisasi nilai-nilai ideal Islam yang diwujudkan dalam pribadi anak didik. Berikut ini merupakan pendapat para tokoh mengenai tujuan pendidikan Islam:
a.         Prof. Dr. Moh. Athiya El-Abrosyi menyimpulkan lima tujuan pendidikan ini sebagai berikut :[4])
1)        Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia;
2)        Persiapan kehidupan di dunia dan akherat;
3)        Persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan;
4)        Menumbuhkan scientific spirit pada pelajar dan memuaskan keingintahuan dalam mengkaji ilmu;
5)        Menyiapkan peserta didik dari segi professional.
b.        Menurut Ahmad Tafsir [5]), yang menjadi tujuan umum pendidikan ada dua yaitu,pertama mampu hidup tenang. Kedua produktif. Kedua hal tadi kemudian dirinci menjadi tiga yaitu, pertama berbadan sehat dan kuat, kedua berotak cerdas dan pandai, ketiga memiliki iman yang kuat.
Dari ketiga hal, Ahmad Tafsir merincinya menjadi tujuan khusus yaitu berdisiplin tinggi, jujur, kreatif, ulet, berdaya saing tinggi, mampu hidup berdampingan dengan orang lain, demokratis, menghargai waktu, dan
mampu mengendalikan diri.
c.         Menurut Muhaimin [6]), secara umum pendidikan agama Islam bertujuan untuk “meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”
d.        Prof. H. M. Arifin M.Pd. menyatakan bahwa, tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan manusia muslim yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan yang mampu mengabdikan dirinya kepada Khaliqnya dengan sikap dan kepribadian yang merujuk kepada penyerahan diri kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan, duniawiah dan ukhrawiah.[7])
e.         Ahmad D. Marimba mengemukakan dua macam tujuan pendidikan yaitu sementara dan akhir. Tujuan sementara pendidikan islam yaitu tercapainya tingkat kedewasaan baik jasmaniah maupun rohaniah. Adapun tujuan akhir pendidikan Islam yaitu terwujudnya kepribadian muslim yaitu kepribadian yang mencerminkan ajaran Islam.[8])
Berdasarkan beberapa rumusan tujuan pendidikan Islam tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk seorang muslim sempurna yang berkepribadian mulia, sehat jasmani dan rahani, cerdas dan pandai, bertaqwa kepada Allah SWT.



BAB III
KESIMPULAN

        Dari uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dasar pendidikan Islam adalah pandangan hidup yang mendasari seluruh aktifitas pendidikan Islam. Para ahli pendidikan Islam sepakat bahwa yang menjadi dasar dalam pendidikan Islam adalah Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijtihad dari para ulama.
        Sedangkan tujuan dari pendidikan Islam secara garis besar dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk seorang muslim sempurna yang berkepribadian mulia, sehat jasmani dan rahani, cerdas dan pandai, bertaqwa kepada Allah SWT.

























[1] )     Al-Qur’an, Surat An-Nisa’ Ayat 59, Yayasan Penyelenggara Penerjemah Penafsiran Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Departemen Agama RI, 1989, hal. 128.
[2] )     A.D. Marimba.  Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : PT. Alma'arif. 1980. hal. 41
[3] )     Zakiyah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara. 1996, hal. 19.
[4] )     Athiya Al – Abrosyi. Dasar –dasar Pokok Pendidikan Islam. Alih bahasa : Bustami A. Gani Djohar Bahary. Jakarta : Bulan Bintang. 1970. Hal, 1-5.
[5])   Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2001. Hal, 81-83.
[6])   Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam : Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2008. hal. 78
[7])   Prof. H. M. Arifin M.Ed.  Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara. 1991. hal ; 38-39
[8])   A.D. Marimba.  Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : PT. Alma'arif. 1980. hal : 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar