Rabu, 18 April 2012

STUDI ILMU TASAWUF


PENGERTIAN TASAWUF
Ibrahim Basyumi mengklasifikasi pengertian tasawuf menjadi 3 farian
1.      Al-bidayah (pemula); secara fitrah manusia tidak dapat menguasai dirinya sendiri. sorang sufi adalah orang yang hatinya jernih dari kotoran, penuh pemikiran, terputus hubungan dengan manusia memandang sama antara emas dan kerikil
2.      Al-mujahadah; berjuang menundukkan hawa nafsu/keinginan
3.      Al-madzaqat; hilangnya hambatan hubungan antara manusia dan sang khaliq, atau disebut tahap pengamalan/mistik.
Jadi kesimpulannya; tasawuf adalah kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung antara seorang muslim dengan Tuhannya.

METODE MENCARI KEBENARAN
Tasawuf memakai metode intuitif/dzauq/wujdan. Intusisi adalah hati nurani. Hati nurani ini sebagai wadah dari sumber ma’rifat untuk mengetahui hal yang bersifat Ilahi.

Hal-hal yang menghambat hati nurani
1.      Mereka yang hidup penuh perbuatan kotor dan aniaya
2.      Orang yang menjadikan harta, tahta dan kesenangan lahir sebagai prioritas hidupnya.
3.      Kafir

Pembagian intuisi berdasar sifatnya
1.      Infraintelektual (akal); intuisi yang menyertai pikiran dan masuk pikiran manusia melalui indra.
2.      Supra intelektual (hati); intuisi yang tumbuh pada diri manusia dan tidak tergantung pada indera.

Bukti diterimanya pengetahuan intuitif
1.      Moralitas subjek; tidak semua orang dapat mengikuti penyelidikan secara kritis
2.      Sehat; fakta-fakta pengetahuan dapat diterima nalar.
3.      Keahlian subjek secara tepat;

Istilah dalam terminology sufi
1.      Akal kulli (akal universal)
2.      Akal juz’i (akal particular); akal ini diperoleh dari pengalaman sehari-hari yang bersifat material. Ini berfungsi untuk menaklukkan nafsu al-ammarah.

PEMBINAAN NAFSU RENDAH
Secara etimologi nafs adalah,
1) esensi
2) hakekat sesuatu
3) substansi

Nafsu adalah sumber dan prinsip kejahatan.
Untuk mengendalikan nafs dilakukan dengan mujahadah dan riyadhah (prihatin).
Tahapan-tahapan menghilangkan nafs:
1.      Takhalli (membersihkan dari sifat-sifat tercela)
2.      Tahalli (menghiasi diri dengan sifat terpuji)
3.      Tajalli (menerima pemberian Tuhan setelah berusaha)

SYARI’AT, THARIQAT, HAKEKAT dan MA”RIFAT
Syari’ah adalah keislaman yang menitik beratkan perhatiannya pada segi-segi legal formal.
Thariqah adalah keislaman yang menitik beratkan perhatiannya pada amalan batiniah.
Perjalanan manusia melalui syari’ah dan thariqah akan membawa manusia pada tujuannya yaitu haqeqah (Tuhan).
Hasil dari ketiga rangkaian tersebut (syari’ah, thariqah dan haqiqah) adalah ma’rifah; yaitu suatu keadaan yang mengetahi Tuhan dari dekat sehingga hati nurani melihat-Nya.

Harun Nasution mengatakan ma’rifat adalah pengetahuan dan ilmu tentang rahasia ketuhanan yang meliputi segala yang ada.

Kesimpulannya syariat berisi peraturan, dan tariqah adalah perbuatan untuk melaksanakan syariat dan akan lahirlah hakekat sedang tujuannya adalah ma’rifat yaitu mengenal Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar